Tampilkan postingan dengan label Edukasi Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

"Welcome To My Home"

"Welcome To My Home"

oleh Kaka Setiawan pada 16 Januari 2012 pukul 21:04
 
     "Welcome to My Home, Sir...", sapa anak-anak berseragam setara TK itu kepada para penumpang pesawat yang baru saja turun dari pesawat, dan kali ini ditujukan kepadaku. "Wah, yes...yes...yes...", jawabku terkagum senang sambil melontarkan senyum kepada mereka.Ternyata hari ini adalah hari kemerdekaan Singapura, pantas saja ada penyambutan seperti ini. Sambil berjalan, sejenak perhatianku tertuju kepada tulisan yang tertera dibaju bagian pundak yang dikenakan anak-anak itu. "WELCOME TO MY HOME", yang artinya selamat datang dirumahku itu mungkin merupakan prinsip warga negara Singapura dan kalimat itu juga yang selalu diucapkan mereka seolah berbangga diri. Ya, siapa yang tidak bangga menjadi warga negara Singapura yang sangat maju ini. Lalu aku mengerutkan dahi yang entah kenapa tiba-tiba terlintas dipikiranku bayangan carut-marutnya negaraku.

***
     Sesampainya diruang tunggu, aku langsung saja memilih tempat duduk yang sekiranya dapat dengan mudah terlihat oleh rekan bisnisku yang akan menjemput dibandara. Tidak jauh dari sudut ruangan ada televisi besar yang volume suaranya juga tak kalah besar dan menggangguku yang sedang ingin beristirahat sejenak. Tiba-tiba terdengar sesuatu yang menggelitik telingaku. Ku lihat acara berita ditelevisi tersebut sedang disiarkan tentang kasus sengketa tanah yang sangat rumit hingga berbuntut pertumpahan darah. Seketika aku terkejut ketika melihat layar televisi tersebut. Beberapa orang memegang spanduk yang bertuliskan, "INDONESIA TANAH AIRKU DAN INDONESIA TUMPAH DARAHKU...". Aku tercengang, lantaran pertumpahan darah itu ternyata terjadi di negaraku tercinta. Aku yang selama ini tidak pulang ke Indonesia karena kesibukanku berkeliling dunia, membuat aku lupa mengupdate berita tentang negaraku. Sejenak aku teringat, tulisan dispanduk itu bukankah prinsip masyarakat Indonesia ?

     Tiba-tiba pikiranku mengulas kejadian sewaktu turun dari pesawat tadi. Pikiranku tertuju pada kalimat, "WELCOME TO MY HOME...". Kini aku mulai larut dalam kalimat sederhana tersebut. Aku mengerti, mungkin yang dimaksud mereka adalah "mereka menganggap Singapura merupakan rumah mereka. Mungkin karena negaranya kecil. Negeri yang miskin sumber daya alamnya tapi mampu mendidik sumber daya manusianya hingga menjadi generasi yang berkualitas. Karena mereka tahu, segala sesuatu yang dimulai dari dalam rumah dengan penghuni yang harmonis akan menciptakan sosok pribadi yang berkualitas dengan cara melindungi dan mengayomi untuk siap keluar dan berkembang. Bila dirumah sendiri saja sudah terasa tidak nyaman dan tidak harmonis, bagaimana seorang anak bangsa bisa menjadi pribadi yang berkualitas ? Mungkin beberapa bisa melewatinya hingga sukses, tapi bagaimana dengan yang lemah mentalnya ? Lalu ku bandingkan dengan prinsip negaraku, "INDONESIA TANAH AIRKU DAN TUMPAH DARAHKU...". Hmmm... Pantas saja banyak terjadi sengketa tanah didalam negeri sendiri dan tidak jarang terjadi pertumpahan darah. Ini suatu persepsi yang salah dari negeriku. Mungkin negeriku harus mengcopy prinsip negara Singapura bila ingin maju dan yang paling terutama contoh keharmonisannya.

     "Hufth...", hembusan nafasku yang kembalikan kesadaranku dari lamunan. Jujur saja, ada rasa malu dalam diriku lantaran berita ditelevisi tersebut volumenya sangat keras, dan yang jadi masalahnya adalah tentang negaraku.

Langsung saja aku beranjak pergi, muak dengan kebisingan yang mengganggu istirahatku.

By : E.S — di Changi International Airport , Singapore

Renungan : Temukanlah Kesadaranmu

Temukanlah Kesadaranmu

oleh Kaka Setiawan pada 6 Desember 2011 pukul 23:16
 
RENUNGAN :


Aku takut, aku takut apa yang kumiliki di dunia ini seketika ataupun perlahan hilang dan lenyap dari tanganku. Ketakutanku semakin hari semakin menyiksa diriku yang tak selalu dapat melaluinya dengan mulus, dan ada ketakutan kepada sesuatu yang belum aku sadari... Tapi apa ?

Aku lupa, aku lupa tujuanku ada disini. Untuk apa ?
Menurutku semuanya tersimpan di dunia ini dan aku mengetahui kelengkapannya. Tapi ada sesuatu yang nyata(ada) aku lupakan, abaikan dan belum aku sadari... Tapi apa ?

Aku malu, aku malu bila tidak terlihat baik di mata orang. Bila aku merasa malu, aku takkan berani menunjukkan mukaku di hadapan mereka. Tapi, aku merasa ada sesuatu pada diriku yang sungguh sangat merendahkanku dan mempermalukanku, dan aku tak sungkan memperlihatkannya. Untuk sesuatu yang belum kusadari tersebut kali ini bukan tertuju kepada manusia... Tapi apa ?

Aku salah, aku merasa bersalah apabila ada sesuatu yang tidak dihendaki orang lain ataupun diriku sendiri sehingga merugikan diriku bahkan mereka. Aku selalu berusaha memperbaiki kesalahanku kepada diriku sendiri dan juga mereka. Tapi, ada sesuatu yang membuatku merasa seperti orang yang paling berdosa dan paling bersalah dihadapan pihak lain... Tapi siapa ?

Wahai engkau pemuja duniawi, lanjutkanlah perjuanganmu hingga kau temukan kesadaranmu, selagi engkau masih percaya akan kenikmatan duniawi...

Bila di dunia ini tak ada lagi yang dapat dipercaya, begitu juga dengan dirimu sendiri, maka disaat itu engkau telah menemukan kesadaranmu...

Mengerti ?


By : E.S

Kamis, 04 Agustus 2011

Siklus Taubat Bulanan

Siklus Taubat Bulanan

oleh Kaka Setiawan pada 06 Juli 2011 jam 11:07
Saat iman sudah goyah, dapat membuat kita lupa akan larangannya. Saat ketaqwaan sulit dicapai, apalah arti kita hidup didunia. Memang hanya sekejap kita hidup, disitulah saat-saat berharga untuk menabur benih kebajikan. Tapi hidup ini bukan hidup yang sebenarnya. Bagaikan didalam mimpi kita berlari-lari mencari sesuatu. Apakah dunia fana, ataukah akhirat. Hingga suatu saat kita akan menemukan sebuah pintu yang bertuliskan kematian. Dan dibalik pintu itu kita kan menemukan yang sebenarnya.

Mengingat akhlak dan moral manusia yang telah rusak. Kita hanya dapat merenung. Bukan bermaksud menghakimi, tapi introspeksi diri. Di waktu-waktu sebelumnya kita adalah manusia yang hina. Kita tak memperdulikan larangan-Nya dan melakukan segala maksiat demi sesuatu yang sementara. Apakah dikemudian waktu kita akan berubah ?

Bayangkanlah neraka ada di depanmu, apa yang kau rasakan ? TAKUT, GELISAH. Dan rasakan kakimu tak mampu beranjak untuk pergi. Matamu tak bisa berkedip. Kepalamu tidak bisa berpaling. Dan sekujur tubuhmu kaku. Apa yang dapat menggerakkanmu ? Iman dan Taqwa. Segeralah kau tersadarkan dari bayangan neraka dan BERTAUBATLAH.

Sebentar lagi kita akan menyambut Bulan Suci Ramadhan, bulan penuh Ampunan. Banyak orang yang menjadikannya sebagai ajang Siklus Taubat Bulanan. Apakah kalian termasuk dari mereka ?

Segeralah kembali ke jalan-Nya. Untuk berhenti bermaksiat mungkin sulit, tapi hukuman yang akan kalian terima jauh lebih sulit di akhirat nanti.

Ditulis oleh : Eka Setiawan
http://layarkacaku.blogspot.com/

PERGAULAN, PErilaku, GAya dan ULah keremajaAN

PERGAULAN, PErilaku, GAya dan ULah keremajaAN

oleh Kaka Setiawan pada 17 Juni 2011 jam 1:51
PERGAULAN, PERilaku, GAya dan ULah keremajaAN.

Membicarakan tentang anak muda tiada akan habisnya. Meneliti pada diri kita sendiri yang pernah merasakannya tentu lebih pusing ketimbang meneliti pada sosok orang lain. Yang kita tahu, remaja adalah sosok yang bukan anak-anak dan juga bukan sosok dewasa. Yang paling perlu diperhatikan dalam mendidik sosok remaja adalah pergaulannya. Seorang remaja bila salah memilih pergaulan akan fatal akibatnya. Terlebih jika orang tua tidak dapat memberikan perhatian yang sekiranya remaja butuhkan, maka remaja tersebut akan sangat sulit untuk membangun jati dirinya yang positif. Kendati faktor orang tua yang sibuk, cuek, atau lebih parahnya lagi broken home, seorang remaja akan mencari alternatif didikan yang asal-usulnya tidak jelas seperti dari pergaulan

.Menurut saya, pergaulan terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Pergaulan Terarah
Pergaulan terarah bisa diterapkan dengan adanya peraturan-peraturan yang konsistensinya bersifat positif agar mampu mendidik seorang remaja labil, seperti sekolah, dan pengawasan orang tua.
Efek positifnya : remaja akan terbiasa disiplin waktu, bisa mengatur waktu, penurut, dll.
Efek negatifnya : akan menjadi sosok penakut/lemah, tidak berdaya ketika ditempa masalah yang besar, terbiasa diatur, inisiatif yang kurang, kurang produktif, dll.
Kelemahan didikan : ketika sedang bergaul dengan temannya yang berbeda pergaulan, ia akan mudah terbawa. Dan jiwanya akan memberontak segala kekangan.

2. Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas identik dengan pergaulan negatif. Argumen tersebut tidak sepenuhnya benar. Banyak sisi positif dari pergaulan bebas. Pergaulan bebas tidak terbatas hanya di sekolah atau lingkungan rumah, pergaulan bebas itu luas.
Efek positifnya : mendidik kemandirian, kebebasan jiwa, mudah mengembangkan diri, mudah bersosialisasi, mudah belajar memahami kehidupan, dll.
Efek negatifnya : mudah terpengaruh hal negatif, hidup semaunya, tidak terarah, dl.l
Kelemahannya : bila sudah merasakan pahitnya kehidupan, penyesalan selalu datang terlambat.

Maka dari itu kita harus lebih selektif dalam memilih pengaruh-pengaruh dari pergaulan yang kita jalani. Dan juga harus selektif dalam memilih teman. Teman yang baik takkan menjerumuskan.

Cara pergaulanku adalah pergaulan bebas(kebebasan yan...g bertanggung jawab). Dalam pergaulanku, aku terapkan prinsip-prinsip yang aku buat untuk mengatur/membatasi diriku sendiri.
Tapi jangan salah pandang, aku pria baik-baik kok...
Hehehehe...

Ditulis oleh : Eka Setiawan
http://layarkacaku.blogspot.com/

Kamis, 16 Juni 2011

Bukan Nasihat, Tapi Pengingat dan Pemacu Semangat

Bukan Nasihat, Tapi Pengingat dan Pemacu Semangat

oleh Kaka Setiawan pada 07 Juni 2011 jam 23:40
Terkadang hidup tak seperti yang kita mau dan bayangkan. Jika demikian, tentu hidup akan terasa indah dan nyaman. Tertawa gembira, bersenang-senang, dan hidup tak ada beban itu yang kita inginkan.

Tapi cobalah tengok jejak perjalanan hidup kita hingga sampai saat ini. Bukankah mengharukan. Suka duka mewarnai. Tangis dan gelak tawa menghiasi. Kenapa ? Kenapa harus ada duka dan tangis terukir dijalan hidup kita ? Andaikan hanya suka dan tawa, oh betapa bersyukurnya kita.

"Semakin keras besi ditempa, maka semakin cepat terbentuknya"
"semakin kencang bola ditempa ke bawah, maka akan semakin tinggi melambungnya"
itulah beberapa petikan kata bijak yang kita lupakan.

Sejak paragraf awal aku hanya berbasa-basi sejenak untuk membuka jalan fikiran kalian.

Kita istilahnya sebuah besi batangan yang tak bernilai. Ditangan Sang ahli, kita dibakar/dipanggang hingga membara lalu dipukul/ditempa untuk membentuk diri kita agar menjadi sesuatu yang seutuhnya jadi dan bernilai guna.

Pikirkan jika kita adalah sebuah bola. Bundar dan membal, dengan kelebihan kita itu Sang pemain seakan-akan ingin membunuh kita. Ditendang, dilempar, dan bermacam-macam siksaan. Hingga suatu ketika ada siksaan yang menempa kita kebawah dan membuat kita melambung setinggi-tingginya. Dan Sang pemain pun tak pernah berpaling melihat kita terbang. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kita.

Artikel tersebut merupakan suatu perumpamaan. Pecahkan sendiri makna dari setiap kalimat. Dan temukanlah pesan yang tersirat dari perumpamaan tersebut.

Ditulis oleh : Eka Setiawan

http://layarkacaku.blogspot.com/

Selasa, 03 Mei 2011

Garuda Liar Generasi Luar Sangkar

Garuda Liar Generasi Luar Sangkar

oleh Kaka Setiawan pada 24 April 2011 jam 0:01
Anak jalanan atau biasa disebut sebagai "kaum marjinal", lebih lekat dengan image anak liar atau anak tidak baik. Disamping itu, anak jalanan juga lebih dikenal positif sebagai sosok yang pekerja keras. Tuntutan hidup yang memang memaksa, selalu menjadi tumpuan mereka untuk tetap hidup di derasnya putaran waktu. Terjatuhnya mereka ke dalam kehidupan yang kelam selalu menjadi bahasan negatif tentang mereka. Tetapi di sisi lain, ada efek positif yang dapat kita ambil dari mereka.

Hidup dijalanan bukanlah kehendak mereka. Yang menjadi pertanyaannya, "ini salah siapa? ini dosa siapa?". Mari kita tanyakan pada mereka.Sebagian besar status dari mereka adalah anak yatim/piatu dan anak broken home (masalah keluarga, seperti perceraian, dll). Tetapi juga ada diantara mereka yang terpaksa menjalaninya(bekerja) lantaran demi membantu perekonomian keluarganya. Tentunya tidak semuanya merupakan kesalahan dan dosa orang tua. "Apakah kesalahan takdir?" tetapi Allah tidak pernah salah. Sesungguhnya apa yang telah mereka dapat merupakan hal yang terbaik untuk mereka.

"Apakah cita-cita mereka juga merupakan cita-cita bangsa?".
Hampir seluruhnya dari mereka merupakan anak-anak putus sekolah. Dengan tidak memiliki jenjang pendidikan yang cukup, tentu akan sangat sulit sekali bagi mereka untuk mengejar cita-citanya. Terbilang bahwa di Indonesia adalah negara yang masih menjunjung tinggi sebuah ijazah.

"Apakah dengan keterbatasan pendidikan mereka mampu untuk mewujudkan cita-cita bangsa?"
sepertinya tidak.
Ketidak ramahan pemerintah terhadap mereka sangat terasa dalam kehidupan mereka. Tempat tinggal mereka yang merupakan sebuah gubug derita digusur, dan hilanglah tempat mereka untuk berteduh. Lalu mereka singgah ke jalanan, tetapi dijalanan pun mereka rajin dirazia oleh aparat pemerintah. Sungguh ironis nasib mereka.

Mereka adalah garuda liar generasi luar sangkar. Cukup jinakkan mereka dan membinanya. Tentunya mereka akan memberikan manfaat yang besar terhadap bangsa.

Ditulis oleh : Eka Setiawan

http://layarkacaku.blogspot.com/

Tentang Cinta

Tentang Cinta

oleh Kaka Setiawan pada 22 April 2011 jam 0:18
"Tenang kawan, sebelum JANUR KUNING melengkung, lu masih bisa kejar dia", saranku. "akh, terlalu cepat untuk menyerah. Gua bakal berhenti mengejar dia kalau sudah ada BENDERA KUNING di depan rumahnya tuk kepergian dia selamanya", ujar temanku.

Cinta memang sulit tuk dimengerti. Tapi karena cinta, dua insan dapat saling mengerti.

Cinta memang lebih dari logika. Tapi cinta dapat menyatukan setiap logika.

Cinta memang dapat menyakitkan. Tapi cinta juga dapat menyembuhkan.

Cinta memang buta. Tapi mata hati dapat membantu melihatnya.

Cinta memang gila. Dan kegilaan cinta adalah berani berkorban/pengorbanan.

Cinta memang indah. Bila saja disertai ketulusan.

Cinta memang cinta. Yang tak bisa tergantikan walau telah usang diterjang zaman. Aku, kamu, dia, dan dia percaya. Bahwasannya cinta itu anugerah. Dan anugerah adalah sesuatu yang harus kita syukuri nikmatnya.

Tak ada cinta, tak ada perdamaian..
Tak ada cinta, tak ada kebersamaan..
Tak ada cinta, tak ada kepedulian..
Tak ada cinta, tak ada ketulusan..

Cinta
satu rasa untuk bersama...

Ditulis oleh : Eka Setiawan

http://layarkacaku.blogspot.com/

Rabu, 20 April 2011

Predator Kehidupan

Predator Kehidupan

oleh Kaka Setiawan pada 18 April 2011 jam 18:08
Hukum rimba : yang kuat berkuasa, dan yang lemah tersingkirkan. Mungkin hukum tersebut kini telah bersembunyi dibalik konstitusi sekarang. Terbukti dengan perantara hukum mereka dapat menyingkirkan pihak lain. Seperti halnya rakyat kalangan bawah yang tergusur lantaran lahan yang ditempati adalah lahan ilegal. Bukankah tanah air ini adalah tanah milik pribumi ? Kenapa pribumi disingkirkan ? Ya, banyak berbagai hal yang dapat mempengaruhinya. Salah satu alasan penggusuran yang paling kuat adalah "kerapian tata ruang". Hal ini paling diperhatikan terutama di kota-kota besar seperti DKI Jakarta. Lahan pemukiman, pasar tradisional, ataupun lahan kumuh terus mengalami gencatan dari aparat untuk memodernisasikan kawasan tersebut. Contohnya Pasar tradisional diganti dengan dibangunnya mall. Dibalik itu semua ada "rogoh kantong" dari para pihak pembangun mall. Saya pernah mendengar adanya penggusuran yang tidak wajar, yaitu pemukiman warga yang sudah bermukim berpuluh tahun digusur oleh aparat dan dibangun hotel di lahan tersebut. Penyebabnya surat tanah yang tidak di perbarui sejak zaman Belanda.

Rakyat atas adalah predator cerdik bagi rakyat bawah. Rakyat atas menyerang yang lemah, walaupun lemah tapi mereka kukuh dalam mempertahankan miliknya.

Itulah realita yang terjadi ditengah pembangunan yang terus merambah bumi ini.

Ditulis oleh : Eka Setiawan
http://layarkacaku.blogspot.com/

Jumat, 04 Maret 2011

Inilah Generasi Muda

Inilah Generasi Muda

oleh Kaka's Generasi Muda pada 01 Maret 2011 jam 19:32
Hasil pemikiran para generasi muda selalu berujung pada tanda tanya. Sehingga jawaban yang ia petik adalah jawabannya sendiri yang berakhir tanda seru. Walau mereka yang lebih senior selalu berusaha menenangkan mereka dengan memberi tanda titik. Tapi mereka para generasi muda mengubahnya menjadi tanda koma.

Belum mengerti ?

Tanda tanya (?), generasi muda adalah sosok yang amat kritis dalam pemikirannya. Tanda seru (!), mereka selalu mencari ujung dari akar pemikirannya dan apabila tidak mereka temui, mereka akan mengeluarkan argumennya sendiri sesuai nalarnya mereka. Tanda titik (.), "its problem", para senior(kaum tua) berusaha meracuni otak mereka dengan bualan2 kosong untuk membuat mereka berhenti berfikir. Tanda koma (,), beberapa diantara mereka bukanlah sosok yang mudah hanyut, sehingga merekalah aktivis yang mampu merubah segalanya.

Masih belum mengerti ?

Masih terniang dibenak kita atas "revolusi timur tengah". Tumbangnya pemerintahan Tunisia dan Mesir memacu negara lain untuk berevolusi total. Saat ini Libya dan Yaman, lalu semakin menyebar ke negara2 lainnya.

Di Timur Tengah, tingkat populasi dibawah 30 tahun lebih tinggi dibanding yang lebih tua. Tentulah mereka para generasi muda.

Seperti yang telah dibahas di paragraf sebelumnya, generasi muda adalah tokoh yang amat kritis. Pemikiran mereka menimbulkan kontra atas pemerintahan. Mereka selalu bertanya-tanya tentang masalah negaranya, tapi mereka tak menemui tanggapan dari yang bersangkutan. Sehingga memacu argumen2 yang mengobarkan pemberontakan. Sungguh tragis, tapi pihak lain (pemerintah) menjawabnya dengan "tanda titik" yang berarti usaha untuk mengakhiri pemberontakan tersebut. Kembali lagi ke para generasi muda, mereka tidak mudah menyerah sehingga ungkapan "tanda titik" mereka ubah menjadi "tanda koma" yang berarti mereka meminta kelanjutannya sesuai harapan mereka.


So, apa makna yang dapat anda petik dari selembar artikel ini ?

Ditulis oleh : Eka Setiawan

http://www.layarkacaku.blogspot.com/

Untuk Kehidupan

Untuk Kehidupan

oleh Kaka's Generasi Muda pada 27 Februari 2011 jam 13:12
1. Untuk yang berani menNANGGUNG tanpa harus banyak menJAWAB...(talk less do more)

2. Untuk setiap jenjang yang terPUTUS tanpa harus kehilangan ASA...(gagalnya usaha bukan berarti harus kehilangan semangat)

3. Untuk yang PERCAYA akan ambisi DIRI...(keyakinan)

4. Untuk yang berani mengambil LANGKAH dalam SERIBU kemungkinan...(sebuah pilihan)

5. Untuk yang PANTANG mundur walau telah MENYERAH...(ada kalanya sebuah reaksi eksternal/internal membuat hal yg kita inginkan menjadi tidak tercapai. Tapi bukanlah aksi untuk mundur)


by : Eka Setiawan

http:/www.layarkacaku.blogspot.com/

Layar Kaca Positif

Layar Kaca Positif

oleh Kaka's Generasi Muda pada 27 Februari 2011 jam 0:15
Aku bukan Nurdin Halid yang tidak mudah mundur, meski digugat secara masal oleh masyarakat, seperti ini "turunkan Nurdin Halid"(mau turun kemana ?).
Aku juga bukan Gayus Tambunan yang cerdas akan matematika perpajakkan, 20 juta ditambah 20 juta sama dengan 1 milyar ? (cerdas sekali).

Jujur saja, siapa yang tidak kenal tokoh tersebut (angkat tangan) ?. Maaf nih, bukannya bermaksud mengkritik ataupun menjelek-jelekkan nama besarnya.

"Oke, kita sekarang masuk ke materi ya anak-anak...
Dengarkan bapak guru ya anak-anak" intruksi pak guru.

Menurut kalian, baik tidak kelakuan mereka ? "Tidaaaak", jawab serempak. Kenapa tidak ? "Karena mereka melakukan hal yang tidak baik", jawab udin. Tidak baiknya apa ? "Tidak mau mundur dari jabatannya(Nurdin) dan korupsi(Gayus)", jawab lagi tuh si Udin. Wah, berarti mereka tokoh-tokoh hebat dong. "Hebat apanya ?", Ucok bertanya. "Mereka memberikan contoh yang baik", jawab pak guru. "Ah, kami tidak mengerti. Tolong dijelasin dong pak guru",Ussi penasaran."Begini singkatnya,kenapa sudut pandang kalian selalu melihat seseorang dari layar kaca buruknya ( makanya buka dong http://layarkacaku.blogspot.com/ ) ? Meski bapak tidak tahu yg sebenarnya,mungkin saja ada maksud terselubung dari mereka,tapi yg kini terjadi kita harus ambil hikmahnya. Lihat Bang Noerdin, ia kukuh kepada pendiriannya,pantang putus asa,pantang menyerah meski di hujat cacian dari masyarakat. Berikutnya si Om Gayus, ia cerdas memanfaatkan peluang,cerdas mempermainkan masalah bagaikan panggung sandiwara,dia juga cerdas mengelola harta (sehingga sampai sekarang banyak hartanya yg belum diketahui publik)"pak guru menjelaskan. "0o0o0o...Gitu ya pak", Udin dan Ucok merasa mengerti."Berarti kesimpulannya adalah mengubah hal yg negatif menjadi pelajaran yg positif ya pak",ussi berkata sambil mengangguk-ngangguk. "itu kesimpulannya. Tapi kita jangan mencontoh dari layar kaca buruknya,ambilah hikmahnya untuk kita petik",Kata pak guru.

Ditulis oleh : Eka Setiawan

Kamis, 24 Februari 2011

Salahkah Dunia ?

Salahkah Dunia ?

oleh Kaka's Generasi Muda pada 24 Februari 2011 jam 0:12
"Dunia, jika dunia yang kau pilih untuk mencari alasan telah terbentang luas. Jika mimpi tiada akhir adalah pemandu kalian, maka lampauilah. ...", pesan dari anime one piece.

Dunia, mungkin terlalu egois bila mementingkan hal itu. Ataukah kita yang terlalu berambisi mengejar kepuasan yang semu. Ikut andilkah dunia yang membuat kita seperti ini ? Atau, duniakah yang akan menjatuhkan kita ?

Segala kenikmatan yang disuguhkan dunia(alam kehidupan) memang menggiurkan. Terlebih, semua terpapar di depan kita seperti halnya sebuah pilihan. Pilihan yang bersifat sementara tapi dikejar-kejar dengan berbagai cara, bahkan negatif. Sehingga melupakan landasan-landasan yang melarang sebuah kepraktisan. Contoh : suap, korupsi, perdukunan, dll. Itulah yang membuat stigma negatif tentang dunia ini. "dibutakan oleh dunia", perspektif buruk yang menjurus ke sebuah kenyataan yang terlihat.


Dari awal, dunia yang terus disalahkan. Tapi coba berfikirlah dengan kepala dingin, apa memang dunia yang membuat kita seperti ini ? Cobalah berkaca, apakah dunia atau nafsu kita yang membimbing hidup ?


Hal yang ada didunia ini hanyalah sebagai pelengkap dan mimpi adalah penghiasnya.

Jika dunia(alam kehidupan) ingin kau dapatkan, maka dari awal tanamkanlah kebaikan untuk dunia berikutnya(akhirat). Maka dari itu, tanamkanlah sebuah tanggung jawab(akhirat) untuk menuntun langkah menuju berkah di kehidupan dunia.

Ditulis oleh : Eka Setiawan

Sugesti Psikologis

Sugesti Psikologis

oleh Kaka's Generasi Muda pada 17 Februari 2011 jam 18:42
Apakah anda sudah siap ?
Oke,,,

Dengarkan perintah saya !

Bila anda membaca artikel ini, maka semakin lama anda akan semakin hanyut ke rasa penasaran yg amat dalam. Semakin dalam, semakin dalam, dan semakin dalam rasa penasaran itu membuat anda semakin ingin mengetahuinya lebih dalam, lebih dalam, dan lebih dalam lagi. Sehingga rangkaian demi rangkaian kata yg membentuk kalimat sugesti tersebut akan semakin hanyut, semakin hanyut, semakin hanyut dalam benak anda. Hanyutkan kata demi kata tersebut ke alam bawah sadar anda. Lalu tanpa anda sadari kata-kata tersebut akan merasuki jiwa penasaran anda.

Kata-kata sugesti tersebut akan saya berikan khusus kepada anda :
"anda bukanlah manusia yg lemah, tetapi anda adalah manusia yg kuat. Waktu demi waktu terlewatkan. Rintangan demi rintangan menerpa anda. Betapa tangguhnya anda sehingga mampu melewati itu semua sampai saat ini. Walau kadang anda berfikir pesimis tentang diri anda, tetapi jadikanlah itu sebagai pengingat saat anda terbang untuk merendahkan hati. Itulah yang membuat anda hingga saat ini menjadi pribadi yang hebat. Karena kehebatan anda, maka andalah yang selalu menjadi tolak ukur bagi manusia lainnya"

Cernalah sugesti tersebut. Percaya atau tidak, makna sugesti tersebut sudah anda miliki dan sudah anda terapkan. Kata-kata tersebut hanya untuk membuat anda sadar dari keterpurukan psikologis.


Maka pada saat anda melihat banyak orang yang nge'like artikel ini. Maka kedipkanlah mata anda dan sadarlah dari alam bawah sadar anda.

Terima kasih.

Ditulis oleh : Eka Setiawan

Selasa, 15 Februari 2011

Mandiri & Kreatif Kunci Keberhasilan Murni

Mandiri & Kreatif Kunci Keberhasilan Murni

oleh Kaka's Generasi Muda pada 15 Februari 2011 jam 11:07
Beberapa minggu yg lalu saya mengikuti sebuah seminar di kantor walikota Jakarta Utara tentang "?????"(saya lupa :D hehehe). Di seminar tersebut, ada satu dari sekian banyak pembahasan yg menurut saya paling menarik, yaitu "Mandiri & Kreatif Adalah Kunci Keberhasilan". Entah siapa sang trainernya karena saya lupa. Tapi berkatnyalah saya dapat terinspirasi & termotivasi.

Seorang yg telah berhasil pasti pernah mengalami kesusahan dalam menjalani usahanya, betul ?. Maka setiap individu yg bersangkutan harus wajib menghadapi rintangan demi rintangan yg menerpanya. Tidak menutup kemungkinan bahwa individu tersebut dapat jatuh dan terjatuh lagi hingga tak mampu berdiri. Layaknya orang hebat yg mampu mengalahkan apa yg menghalanginya maka orang yg berhasil juga merupakan orang hebat.

Sejatinya keberhasilan yg murni berawal dari kemandirian. Betapa bangganya apabila kemandirian kitalah yg mampu mengalahkan rintangan2 yg menerpa kita. Kemandirian bukan berarti tidak membutuhkan orang lain, akan tetapi kemandirian adalah bagaimana menyikapi masalah dengan cara/tangan kita, bukan dengan tangan orang lain.

Setiap individu adalah manusia yg cerdas, dan manusia yg cerdas mampu berfikir kreatif. Tidak hanya otak yg bekerja, tetapi tangan2 terampilnya pun mampu bekerja maksimal. Alhasil buah dari kreativitasnya mampu menjadi solusi bagi masalahnya dalam berusaha. Seperti yg sudah dijelaskan dari awal bahwa "setiap individu yg bersangkutan harus wajib menghadapi rintangan demi rintangan yg menerpanya", prinsip ini dapat diterapkan apabila ingin mencapai keberhasilan.

Artikel ini memang lebih cenderung berguna bagi para wirausaha. Tetapi akan lebih baiknya apabila para pembaca mampu mengambil intisari/maknanya.

Terima kasih, kurang atau lebihnya mohon maaf.
Arigatoo gozaimasu :)

Ditulis oleh : Eka Setiawan

Meter Demi Meter Yang Dipaksakan

Meter Demi Meter Yang Dipaksakan

oleh Kaka's Generasi Muda pada 09 Februari 2011 jam 21:52
"sekali nge'gas, dua tiga mobil terlampaui", kata pepatah yg di plesetkan.

Dahulu, populasi kendaraan bermotor sangat minim. Terlebih kondisi jalan yg juga tidak mendukung. Tetapi, waktu demi waktu menunjukkan peningkatan tajam pada populasi kendaraan bermotor. Bayangkan, di Jakarta populasi kendaraan bermotor lebih tinggi dibandingkan dengan populasi manusia. Sehingga, peningkatan tajam tersebut menimbulkan efek yg negatif bagi tata ruang. Why ? Karena semakin melonjaknya peredaran kendaraan bermotor, maka semakin sempit pergerakan kendaraan dijalan. Akibatnya : terjadi kemacetan, tindak kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, polusi udara, dll.

Kemacetan merupakan hal yg paling sering terjadi, terutama di kota2 besar. Hal ini dapat memicu dampak2 lain yg jelas merugikan. Terutama, rugi waktu. Karena para pengendara ingin lebih cepat sampai ke tempat tujuan, maka cara apapun dipakai. Seperti misalnya :
1. Lewat jalan tikus (gangan)
2. Memotong lajur arah yg berlawanan
3. Lewat jalan tol
4. Dll

Walaupun ketiga cara tersebut cukup efektif, tetapi sama saja, ujung2nya juga macet. Maka cara paling ampuh ketika menghadapi macet adalah "memaksakan celah sempit untuk melaju meter demi meter agar tidak terpaku dijalan". Wah bahaya dong, bagaimana kalau pengendara motor terjepit diantara mobil besar ? Jawabannya, "resiko". Bagaimana kalau saling bergesekan antar kendaraan sehingga membuat lecet/rusak ? Jawabannya, "resiko, jangan marah, itu mah udah biasa". Pantas saja apabila mobil angkutan umum di Jakarta (khususnya) itu "rombeng, kumel, baret2, bobrok(yg penting ongkosnya murah, hehehehe)".

"Semeter demi semeter, lama2 menjadi kilometer", kata pepatah yg di pelesetkan.
Hahahahaha ^_^

Ditulis oleh : Eka Setiawan

Gagal,,, Membuat Maju Atau Mundur ?

Gagal,,, Membuat Maju Atau Mundur ?

oleh Kaka's Generasi Muda pada 05 Februari 2011 jam 7:16
Gagal ? Ada yang mau ? Hello "para generasi muda", lets read my article.
Gagal, sebuah kata yang kurang enak dibaca. Karena semua orang tidak ada yg mau "gagal". Sayapun juga tidak mau. Dibaca saja sudah tidak enak, apalagi dirasakan. "Oh No" (dalam benak kalian).

Tetapi kata ini merupakan kata yg sangat dahsyat. Dimana jatuh bangun seseorang disebabkan karena "kegagalan". Terkesan menakutkan, sehingga banyak orang yg mencoba menghindarinya. Sebenarnya ini adalah ujian mental. Yg dimana kegagalan menjadi ujian terberat ketika semangat berkobar. Tentu bagi yg lemah mentalnya, semangat yg tadinya berkobar itu akan padam dan dapat menimbulkan gebrakan mental yg keras. Siapa sangka, kegagalan dapat merenggut nyawa. Seperti depresi atau frustrasi yg akhirnya berujung bunuh diri.

Nah, ini dia paragraf positifnya. Kenapa mesti takut gagal ? Kegagalan bukan untuk dihindari, tapi dihadapi.
Kegagalan dapat membuat naik atau turunnya mental individu. "Apabila kegagalan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, maka ia akan terima hasil baiknya. Apabila kegagalan hanya diratapi, maka ia akan terima hasil buruknya", my perspective. Kegagalan dapat membuat naik mental seseorang dengan cara :
1. Mempelajarinya dengan kepala dingin.
2. Menerapkan perbaikannya di kesempatan selanjutnya.
3. Berfikir positif dan selalu yakin atas kerja kerasnya.
Dengan ketiga hal itu, maka akan diperoleh motivasi.
Yg tidak harus dilakukan saat mengalami kegagalan adalah :
1. Meratapi dan mengeluhkannya terus-menerus.
2. Tidak ada usaha lanjutan dari kegagalannya.
3. Berfikir negatif dan menyerah.
Nah, ketiga hal inilah yg dapat menurunkan mental seseorang. Maka seseorang tersebut dengan keputus asaannya dalam usahanya akan terhenti di tengah perjuangan.

Nah, buat kalian para generasi muda. Jadikan kegagalan awal dari kesuksesan. Karena kesuksesan tidak bisa diraih secara langsung, tetapi bertahap. Lewati rintangan untuk menggapai masa depan...

Ditulis oleh : Eka Setiawan

Cara Mandiri Menemukan Jati Diri ?

Cara Mandiri Menemukan Jati Diri ?

oleh Kaka's Generasi Muda pada 03 Februari 2011 jam 23:12
"Darah muda, darahnya para remaja... Yang slalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah", by Hj. Rhoma Irama.

Darah muda, hahaha, keren. Pemuda/remaja sejatinya adalah sosok insan yang bermental baja. Why why ? Karena di masa2 inilah seorang insan harus belajar dari kesalahan, kesusahan, dan kekecewaan. Sepanjang masa transisi dari anak2 menuju dewasa, inilah masa yg paling menentukan. Masa2 dimana seorang remaja harus menempuh hidup dengan cara mencari jati dirinya. Tidak mudah, seseorang remaja harus mencarinya sendiri tanpa bantuan pihak lain. Ia harus mampu menentukan mana yg terbaik buatnya dan hidupnya, bukan orang lain yg menentukannya.

Apa kalian sudah menemukan jati diri kalian ?
Jati diri tidak hanya dilihat dari sifat, sikap, ataupun status. Tetapi jati diri yg sebenarnya berarti luas dalam segi kehidupan, seperti : cara berpakaian, berbicara, kesukaan, minat, hobby, kebiasaan, bahkan dapat melalui aktivitas. Tapi sebagian besar dari remaja belum tahu tentang jati dirinya.
Oke, berikut cara mandiri untuk mencari jati diri di masa remaja :
1. Tentukan sesuai dengan kebutuhanmu, misalnya kamu remaja yg tidak percaya diri maka kamu menggunakan topi agar nyaman bila di lingkungan sosial.
2. Tentukan sesuai dengan hidup/duniamu, misalnya seorang anak broken home, ia menjadi sosok remaja yg penuh kebebasan dan selalu mencari kesenangan utk menghindari depresinya.
3. Tentukan sesuai dengan kebutuhan pihak lain, misalnya, keluargamu melarang kamu bergaul, maka akan terbentuk didirimu menjadi sosok pribadi yg kuper(kurang pergaulan)
4. Dll.

Nah, yg paling penting bagi remaja adalah berfikir positif agar kelak dapat dengan mudah menemukan jati dirinya yg positif/baik. Dan jangan lupa juga untuk menyaring segala pengaruh yg dapat ditularkan dari pihak lain. Jangan sampai pengaruh negatif masuk meracuni jati diri anda.

Terima kasih

Ditulis oleh : Eka Setiawan

Landasan Pacu Kehidupan

Landasan Pacu Kehidupan

oleh Kaka's Generasi Muda pada 27 Januari 2011 jam 20:50
Aku bukan Mahapatih Gadjah Mada yg mampu menaklukkan Nusantara. Aku bukan si Pitung yg berjiwa besar menyantuni rakyat. Aku juga bukan Sultan Hasanuddin "Si Ayam Jantan Dari Timur" yg disegani & ditakuti penjajah. Dan aku juga bukan Ir. Soekarno sang penyatu perbedaan di negeri ini. Tapi aku adalah aku. Aku manusia biasa yg lemah. Tapi satu yg membuatku kuat, yaitu "keyakinan". Keyakinan agamaku, keyakinan kemampuanku, keyakinan jalan fikiranku, dan seluruh keyakinan teraplikasikan dalam hidupku.

Hidup tak seperti teori. Tapi yg mewakili untuk menuntun kita adalah naluri. Kuat atau lemahnya seseorang tergantung iman(keyakinan/kepercayaan). Baik atau buruknya seseorang tergantung taqwa.

Ditulis oleh : Eka Setiawan

Anak Kecil,,, Cita-cita besar !!!

Anak Kecil,,, Cita-cita besar !!!

oleh Kaka's Generasi Muda pada 26 Januari 2011 jam 16:02
Pernahkan kalian coba tanyakan kepada anak kecil seperti ini, "apa cita2mu ?" ada yang menjawab "abri", ada juga "dokter" bahkan "presiden". Mungkin bagi sebagian orang pertanyaan ini tidak berarti apa2. Tapi cobalah mencerna lebih luas & lebih dalam. "kenapa saya mempermasalahkan hal itu ?", jawabannya ada disini...

Anak kecil, sosok yang masih sangat labil. Ketika mereka menyebutkan cita2 yang tinggi, sudah menunjukan betapa besarnya rasa optimisme pada jalan fikiran mereka. "kenapa perlu dibahas, anak kecil memang seperti itu", kalimat inilah yg kadang terlontar dari mulut orang dewasa. Seakan-akan hanya menganggapnya angin lalu.

Itulah yang membedakan antara anak kecil dan orang dewasa. Anak kecil, sosok yg baru melihat dunia seakan hidup ini indah, itulah yg slalu menimbulkan rasa optimis yg sangat tinggi. Orang dewasa, sudah menjalani hidup penuh pengalaman yg membuat jalan fikiran mereka sangat pesimis. Orang dewasa selalu merasa bahwa yang ada didepannya hanyalah kesempatan kosong. "Kenapa ?" mereka takut gagal.

Nah, pesan pembahasan berikut berkesimpulan bahwa kita sebagai orang yg lebih tua harus bisa menerima/belajar dari anak kecil yg notabennya tidak tahu apa2. "Belajar apa ?" belajar menanamkan sikap/sifat optimis, dan jangan pernah selalu berfikir bahwa kita sudah telat, sehingga kesempatan2 yg diujung jalan menjadi semakin jauh dihidup kita.

"Kita tidak perlu belajar dari anak kecil, tapi hanya untuk mengingatkan bahwa kita pernah kecil"

ditulis oleh : Eka Setiawan

Google VS Otak

Google VS Otak

oleh Kaka's Generasi Muda pada 24 Januari 2011 jam 13:57
"GOOGLE" ?
Apa yg anda butuhkan ketika anda membuka google ?

Pernahkah anda menyadari bahwa "software google terilhami dari cara kerja otak kita" ?
Nah, saat ini anda mungkin sedang berfikir-fikir apa persamaannya ?
Mari kita ungkap...

Andaikan jika saya bicara kata "burung", jika anda mendengar/membacanya maka otak anda langsung bekerja mencari "tentang burung". Misalnya tiba2 di benak anda berkecamuk sejumlah informasi/gambaran tentang burung, yaitu : dapat terbang, berkicau, mempunyai sayap, bahkan sory2 aja kalau otaknya lagi ngeres yg timbul dibenak adalah burungnya sendiri(hahahahaha :D). Atau saya tuliskan/ucapkan "biologi", maka otak anda secara tidak sadar langsung mensearchingnya. Hingga sejumlah informasi/gambaran mulai berkecamuk diotak anda, seperti : ilmu tentang makhluk hidup, ilmu pengetahuan alam, bahkan gambaran2nya pun dapat terlihat di imajinasi kita.

Nah, kesimpulannya : "kalau mau cari informasi/pengetahuan, tidak perlu harus lewat google. Kita makhluk sempurna yg mempunyai akal untuk berfikir, biasakanlah mencoba menggunakan perspektifmu sendiri. Coba kalian fikir, siapa yg membuat informasi/pengetahuan di google ? Manusia juga kan. Kecuali jika memang informasi/pengetahuan itu bersifat khusus, seperti informasi ter'update atau pengetahuan yg tidak kita kuasai.

Ditulis oleh : Eka Setiawan