Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Aku Menyerah Pak Guru

Aku Menyerah Pak Guru

oleh Kaka Setiawan pada 26 Januari 2012 pukul 16:42
Tiga puluh menit aku di sini, tanpa suara...
Dan aku resah, harus menghitung lama...
Soal matematika...

Mungkin butuh kursus selain disekolah, untuk berubah...
Dan aku benci harus remedial terus...
Dipelajaran ini...

Foto SBY pun tersenyum...
Saat ku hanya diam dan membisu...
Ingin ku maki diriku sendiri...
Yang tak berkutik di depannya...

Reff :
Ada yang lain di soalnya...
Yang membuat otakku pusing tak tertahan...
Banyak angkanya...
Di lembar soalnya...
Dan memaksa diriku untuk bilang, "aku menyerah Pak Guru..."

"aku menyerah Pak Guru..."

Mungkin sabtu nanti, ku pendalaman materi, agarku mengerti...
Dan aku benci harus remedial terus, di pelajaran ini...

Foto Boediono pun tersenyum...
Saat ku hanya diam dan membisu...
Ingin ku maki diriku sendiri...
Yang tak berkutik di depannya...

Reff :
Ada yang lain di soalnya...
Yang membuat otakku pusing tak tertahan...
Banyak angkanya...
Di lembar soalnya...
Seakan memaksa dan terus memaksaku untuk bilang, "aku menyerah Pak Guru..."


By : E.S - di kelas

Inspiration : Jamrud (Pelangi Dimatamu)

Gayus bikin lagu nih, judulnya "Andai Aku Bona Paputungan"

Gayus bikin lagu nih, judulnya "Andai Aku Bona Paputungan"

oleh Kaka Setiawan pada 18 Januari 2012 pukul 23:01
 
 
Sebelas Maret, diriku kabur dari penjara..
Awalku menjalani proses kabur-kaburan..
Hidup dipenjara sangat berat kurasakan..
Badanku kurus karena beban pikiran..

Aku orang yang berduit, punya daya dan segalanya..
Dan bisa berbuat banyak, seperti para koruptor..

Reff :
Andai ku Bona Paputungan..
Yang ga bisa pergi ke Bali..
Semua keinginannya tidak bisa terpenuhi..
Lucunya dinegeri ini hukuman bisa dibeli..
Aku orang yang berduit, kabur dari keadaan..

Tujuh Oktober, ku di giring masuk penjara..
Menghirup udara lapas, lepaskan kegembiraan..
Wahai koruptor dan para sahabatku..
Lakukan yang sepertiku, jangan engkau ngaku salah..

Back to Reff

Biarlah semua menjadi kenangan..
Kenangan yang pahit dalam hidup ini..

Back to Reff

By : Gayus Tambunan Feat E.S

"Welcome To My Home"

"Welcome To My Home"

oleh Kaka Setiawan pada 16 Januari 2012 pukul 21:04
 
     "Welcome to My Home, Sir...", sapa anak-anak berseragam setara TK itu kepada para penumpang pesawat yang baru saja turun dari pesawat, dan kali ini ditujukan kepadaku. "Wah, yes...yes...yes...", jawabku terkagum senang sambil melontarkan senyum kepada mereka.Ternyata hari ini adalah hari kemerdekaan Singapura, pantas saja ada penyambutan seperti ini. Sambil berjalan, sejenak perhatianku tertuju kepada tulisan yang tertera dibaju bagian pundak yang dikenakan anak-anak itu. "WELCOME TO MY HOME", yang artinya selamat datang dirumahku itu mungkin merupakan prinsip warga negara Singapura dan kalimat itu juga yang selalu diucapkan mereka seolah berbangga diri. Ya, siapa yang tidak bangga menjadi warga negara Singapura yang sangat maju ini. Lalu aku mengerutkan dahi yang entah kenapa tiba-tiba terlintas dipikiranku bayangan carut-marutnya negaraku.

***
     Sesampainya diruang tunggu, aku langsung saja memilih tempat duduk yang sekiranya dapat dengan mudah terlihat oleh rekan bisnisku yang akan menjemput dibandara. Tidak jauh dari sudut ruangan ada televisi besar yang volume suaranya juga tak kalah besar dan menggangguku yang sedang ingin beristirahat sejenak. Tiba-tiba terdengar sesuatu yang menggelitik telingaku. Ku lihat acara berita ditelevisi tersebut sedang disiarkan tentang kasus sengketa tanah yang sangat rumit hingga berbuntut pertumpahan darah. Seketika aku terkejut ketika melihat layar televisi tersebut. Beberapa orang memegang spanduk yang bertuliskan, "INDONESIA TANAH AIRKU DAN INDONESIA TUMPAH DARAHKU...". Aku tercengang, lantaran pertumpahan darah itu ternyata terjadi di negaraku tercinta. Aku yang selama ini tidak pulang ke Indonesia karena kesibukanku berkeliling dunia, membuat aku lupa mengupdate berita tentang negaraku. Sejenak aku teringat, tulisan dispanduk itu bukankah prinsip masyarakat Indonesia ?

     Tiba-tiba pikiranku mengulas kejadian sewaktu turun dari pesawat tadi. Pikiranku tertuju pada kalimat, "WELCOME TO MY HOME...". Kini aku mulai larut dalam kalimat sederhana tersebut. Aku mengerti, mungkin yang dimaksud mereka adalah "mereka menganggap Singapura merupakan rumah mereka. Mungkin karena negaranya kecil. Negeri yang miskin sumber daya alamnya tapi mampu mendidik sumber daya manusianya hingga menjadi generasi yang berkualitas. Karena mereka tahu, segala sesuatu yang dimulai dari dalam rumah dengan penghuni yang harmonis akan menciptakan sosok pribadi yang berkualitas dengan cara melindungi dan mengayomi untuk siap keluar dan berkembang. Bila dirumah sendiri saja sudah terasa tidak nyaman dan tidak harmonis, bagaimana seorang anak bangsa bisa menjadi pribadi yang berkualitas ? Mungkin beberapa bisa melewatinya hingga sukses, tapi bagaimana dengan yang lemah mentalnya ? Lalu ku bandingkan dengan prinsip negaraku, "INDONESIA TANAH AIRKU DAN TUMPAH DARAHKU...". Hmmm... Pantas saja banyak terjadi sengketa tanah didalam negeri sendiri dan tidak jarang terjadi pertumpahan darah. Ini suatu persepsi yang salah dari negeriku. Mungkin negeriku harus mengcopy prinsip negara Singapura bila ingin maju dan yang paling terutama contoh keharmonisannya.

     "Hufth...", hembusan nafasku yang kembalikan kesadaranku dari lamunan. Jujur saja, ada rasa malu dalam diriku lantaran berita ditelevisi tersebut volumenya sangat keras, dan yang jadi masalahnya adalah tentang negaraku.

Langsung saja aku beranjak pergi, muak dengan kebisingan yang mengganggu istirahatku.

By : E.S — di Changi International Airport , Singapore

Kisah Sedih Di Selokan

Kisah Sedih Di Selokan

oleh Kaka Setiawan pada 8 Januari 2012 pukul 23:20
Lagi duduk-duduk..
Mata udah ngantuk..
Kepala ngangguk-ngangguk..
Kaya orang lagi mabuk..

Mendingan pulang..
Daripada begadang..
Mending dapat uang..
Yang ada tepar di sudut gang...

Sewaktu berjalan pulang..
Kepalaku pusing bukan kepalang..
Jalanku sempoyongan..
Mataku meleng, jadi salah jalan..

Ke kanan ke kiri..
Tabrak sana tabrak sini..
Akhirnya kecebur got..
Aku kaget, langsung melotot...

Aku sadar..
Aku di selokan..
Aku nyasar..
Oh sungguh kasihan...

Malu aku malu..
Pada tikus got..
Yang berjalan dipinggir..
Menatapku curiga..
Seakan penuh tanya..
Sedang apa disini..

"menunggu pacar...", jawabku.

Reff : Sungguh aneh tapi nyata..
Takkan terlupa..
Kisah sedih di selokan..
Dengan si tikus..
Tiada kisah paling sedih..
Kisah aku yang sangat pedih..
Tiada kisah paling tragis..
Kisah aku yang sangat miris...

By : E.S

Wanita Edan

Wanita Edan

oleh Kaka Setiawan pada 27 Desember 2011 pukul 14:31
 
 
"ke MALL yuk...", ajaknya. Oh no, dalam sejam dia akan menghabiskan gajiku. Kata-kata itu ditelingaku terdengar seperti, "buang uang yuk...".


"ke restoran yuk, kita makan sup sarang burung dan minum kopi Luwak...", ajaknya lagi. Oh no no no, dua kuliner termahal di Indonesia. Kata-kata itu ditelingaku terdengar seperti, "ke kamar kosong yuk, kita makan dagingmu dan minum darahmu...".

"jalan-jalan yuk...", ajaknya untuk kesekian kalinya. Oh tidak, kali ini uangku benar-benar sudah habis. Kata-kata itu seperti pisau yang dia pegang dengan erat sambil berkata padaku, "bunuh diri yuk...".

>.<

By : E.S

Renungan : Temukanlah Kesadaranmu

Temukanlah Kesadaranmu

oleh Kaka Setiawan pada 6 Desember 2011 pukul 23:16
 
RENUNGAN :


Aku takut, aku takut apa yang kumiliki di dunia ini seketika ataupun perlahan hilang dan lenyap dari tanganku. Ketakutanku semakin hari semakin menyiksa diriku yang tak selalu dapat melaluinya dengan mulus, dan ada ketakutan kepada sesuatu yang belum aku sadari... Tapi apa ?

Aku lupa, aku lupa tujuanku ada disini. Untuk apa ?
Menurutku semuanya tersimpan di dunia ini dan aku mengetahui kelengkapannya. Tapi ada sesuatu yang nyata(ada) aku lupakan, abaikan dan belum aku sadari... Tapi apa ?

Aku malu, aku malu bila tidak terlihat baik di mata orang. Bila aku merasa malu, aku takkan berani menunjukkan mukaku di hadapan mereka. Tapi, aku merasa ada sesuatu pada diriku yang sungguh sangat merendahkanku dan mempermalukanku, dan aku tak sungkan memperlihatkannya. Untuk sesuatu yang belum kusadari tersebut kali ini bukan tertuju kepada manusia... Tapi apa ?

Aku salah, aku merasa bersalah apabila ada sesuatu yang tidak dihendaki orang lain ataupun diriku sendiri sehingga merugikan diriku bahkan mereka. Aku selalu berusaha memperbaiki kesalahanku kepada diriku sendiri dan juga mereka. Tapi, ada sesuatu yang membuatku merasa seperti orang yang paling berdosa dan paling bersalah dihadapan pihak lain... Tapi siapa ?

Wahai engkau pemuja duniawi, lanjutkanlah perjuanganmu hingga kau temukan kesadaranmu, selagi engkau masih percaya akan kenikmatan duniawi...

Bila di dunia ini tak ada lagi yang dapat dipercaya, begitu juga dengan dirimu sendiri, maka disaat itu engkau telah menemukan kesadaranmu...

Mengerti ?


By : E.S

Surat Lamaran Pernikahan

                                                                                                                          Jakarta, 16 Oktober 2011
perihal : Lamaran Pernikahan

Yth. Kpd : Bapak/Ibu selaku orang tua dari pihak wanita
di tempat

Assala_mu alaikum Wr Wb
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan sudah matangnya usia putri anda dan ta'aruf yang sudah saya dan putri anda jalani, dengan ini saya,

nama                        : Kaka Setiawan
tmpat/tgl lhr              : Jakarta, 11 Juli 1994
agama                      : Islam
status                       : Belum menikah
kewarganegaraan     : Indonesia
pendidikan               : SMK N 36
pekerjaan                : bisnisman, seniman, dll
alamat                     : jln. Manggar blok K, 14270 Jakut

no. yang bisa dihubungi : 08999268515

bermaksud mempersunting putri anda yang manis, cantik, ceria dan soleha. Sebagai bahan pertimbangan anda, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup
2. Foto copy ijazah dan sertifikat
3. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
4. Akta kelahiran dan kartu keluarga (KK)
5. Surat keterangan kelakuan baik
6. Surat check medical dari dokter
7. Pas foto ukuran 4 x 6, 2 lembar


Demikian pernyataan ini saya buat dengan benar dan bersungguh-sungguh. Sangat besar harapan saya dapat bergabung dalam keluarga anda. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.


Hormat saya,

:p

Kaka Setiawan