Tampilkan postingan dengan label Puisi Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Indah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

Ujung Waktu

Ujung Waktu

oleh Kaka Setiawan pada 21 November 2011 pukul 5:00
 
 
Jika saatnya tiba..
Dosa akan dicerna..
Semua terlambat..
Semua berakhir dengan cepat...

Ancaman yang dijanjikan, benar adanya..
Sebuah malapetaka..
Meluluhlantakkan apa yang di-Tuhan-kan di bumi..
Ia murka, Ia Maha Mengetahui...

Benar ada yang terlindungi..
Dengan sedikit cahaya yang menerangi..
Itulah dia, ahli Syurga..
Jikalau mati, Syurga menanti...

By : E.S

Manusia Lemah

Manusia Lemah

oleh Kaka Setiawan pada 13 November 2011 pukul 1:13
 
 
Aku terlahir dari ruang kasih sayang..
Terjerembab ke dunia yang asing..
Menangis, mengerang, upaya menguatkan jiwa yang lemah..
Tapi tak berdaya, aku memang lemah...

Aku tumbuh menjadi apa ?
Serakah, buas, bak binatang..
Entah karena panduan jalanku yang salah..
Tapi, apa panduan jalanku ?
Aku tetap tak mengerti..
Haruskah di persoalkan ?
Bila ini urusan nurani..
Maka nurani ku ini memang lemah...

Jiwaku bergejolak..
Apa yang sedang kurasakan ?
Ku alami pertentangan dalam diriku..
Seperti dua sisi yang lain arah..
Apa yang... Akh, aku tak mengerti semua ini..
Jiwaku ini memang lemah..

Bertubi-tubi ada hal yang mulai memboikot perasaanku..
Seperti sebuah ancaman..
Tapi entah kenapa aku peduli ?
Serangan itu mulai menerjang jiwa ragaku..
Aku bertahan, menahan, tak bisa melawan..
Bukti lemahnya diriku...

Selintas terdengar bisik..
Entah kalimat paksaan atau ajakan untuk kebaikan..
Mungkin itu dari kubu putihku..

"Taubat.. Taubat.. Taubatlah.."
Aku tertekan.. Sangat-sangat tertekan..

Otak bodohku berfikir, apa yang terjadi ?
Sekali lagi berfikir, apa yang kurasakan ?
.
.
.
.
Aku, kini telah mengerti..
Aku salah..
Aku hina..
Aku berdosa..
Aku, aku malu..

Aku, aku tetaplah manusia lemah...

Terimalah taubatku...


Created By : E.S

Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang

oleh Kaka Setiawan pada 27 Oktober 2011 pukul 7:14
 
Kami memang hanya kaum marjinal...
Kumpulan berlian yang terbuang...
Menyuarakan keadilan itu hal yang biasa...
Mendengar dan melihat keburukan juga sudah biasa...

Kami tau apa yang terburuk...
Kami pernah merasa terpuruk...
Mental baja, bukan mental kerupuk...
Asam manisnya hidup, seperti memakan jeruk...

Selasa pada 22:04

Kami, Jiwa Yang Terbelenggu

Kami, Jiwa Yang Terbelenggu

oleh Kaka Setiawan pada 26 Oktober 2011 pukul 23:04
 
Langit lazuardi tetaplah menaungi...
Untuk jiwa liar yang mengembara di kolong langit...
Entah siapa yang bertanggung jawab atas kami...
Kami, jiwa yang terbelenggu kebebasan...

Terabaikan dari pandangan sinis...
Terpinggirkan dari era krisis...
Tak apa, kami terbiasa...
Kami, jiwa yang terbelenggu dunia...

Hidup kami berbekal sisa asa...
Tak cukup untuk sembuhkan luka...
Kami haus, tidak menyuarakannya...
Lapar pun, tidak mempermasalahkannya...
Kami, jiwa yang terbelenggu derita...

By : E.S

Angkasa Cintamu

Angkasa Cintamu

oleh Kaka Setiawan pada 9 Oktober 2011 pukul 22:13
Dimana langit dapat ku junjung..
Jika memang harus ke ujung bukit, akan ku daki..
Disini luapan rasa tak terbendung..
Di bawah kaki langit, aku menanti...

Dikau terlalu indah..
Diriku amatlah rendah..
Niscaya engkau mendengar hatiku..
Terbangkanku di angkasa cintamu...

By : Eka Setiawan

Sabtu, 07 Mei 2011

Manusia dan Alam

Manusia dan Alam

oleh Kaka Setiawan pada 04 Mei 2011 jam 19:46
Saat manusia mulai angkuh..
Apakah beningnya hati telah keruh..
Mata terbuka tapi sebenarnya tertutup..
Melihat dalam cahaya yang kian redup...

Mungkin merasa hebat..
Mungkin juga merasa kurang..
Tumbuhan habislah dibabat..
Binatang punahlah diserang...

Rumput pun isyaratkan sebuah tarian untuk manusia..
Tarian kesendirian di tanah lapang yang tandus..
Angin pun memberitahukannya..
Tempatmu bukan dibumi ini lagi...

Memang tangan manusia tak ramah..
Memang fikiran manusia tak cerah..
Memang nafsu manusia yang serakah..
Memang iman manusia yang lemah...

By : Eka Setiawan

http://layarkacaku.blogspot.com/